Seluruh Sumut Korupsi DAK Bidang Pendidikan

halomoan-sitompul

Seluruh Sumut Korupsi DAK Bidang Pendidikan
LIRA Sumut Lapor ke KPK

Medan,

Setelah berhasil menemukan dan mengumpulkan bukti-bukti indikasi korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan hingga mencapai Rp25,75 miliar di Kabupaten Simalungun serta melaporkan secara resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut kembali akan melaporkan indikasi korupsi di 15 kabupaten dan kota lainnya.

“Dalam waktu dekat ini LIRA Sumut kembali melaporkan indikasi korupsi DAK bidang Pendidikan yang disalahgunakan di 15 kabupaten dan kota di Sumut ke KPK, setelah disusun dengan bukti pendukungnya. Umumnya kata Gubernur LIRA Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM kepada Batak Pos, Kamis (5/11) di Graha LIRA Jalan Bukit Barisan Medan.

Halomoan mengatakan, LIRA Sumut dapat memberikan sinyal kepada KPK bahwa seluruh kabupaten dan kota di Sumut melakukan kegiatan korupsi. “Dapat dikatakan seluruh daerah di Sumut melakukan korupsi, terutama yang menjadi perhatian di bidang pendidikan,” jelas Halomoan. Menurutnya, pernyataan itu disampaikannya berdasarkan hasil penelusuran dan penelitian LIRA Sumut terhadap seluruh penggunaan keuangan negara untuk rakyat.

Agar temuan-temuan indikasi itu dapat diterima dan langsung di proses KPK, kata Halomoan, LIRA Sumut akan lebih dahulu menyusun laporan sesuai dengan petunjuk dan pelatihan yang diterima LIRA dari KPK. Diantara 26 kabupaten dan kota di Sumut, selain kabupaten Simalungun yang telah dilaporkan ke KPK, masih 15 kabupaten/kota yang memenuhi syarat kelayakan untuk dilaporkan, sementara kabupaten sedang dikumpulkan bukti-buktinya.

Namun LIRA Sumut belum dapat menyampaikan nama-nama daerah yang terindikasi korupsi dana pendidikan itu sebelum resmi dilaporkan ke KPK, seperti Kabupaten Simalungun. “Demi mentaati prosedur, LIRA belum bisa mengungkapkan nama daerah Kabupaten/Kota itu, kita juga tidak mau ada yang memanfaatkan situasi ini, khususnya ‘plagiat informasi’,” kata Halomoan.

Namun Sitompul tetap berharap, kepada seluruh masyarakat, simpatisan dan relawan LIRA agar tetap memberi informasi terkait dugaan korupsi yang ada ditemukan disetiap daerah di Sumut. “LIRA tetap pro-aktif terkait dugaan korupsi, siapa-pun yang melaporkan tetap kami respon, tapi tidak serta merta langsung kami ekspose ke media massa, sebelum kami lakukan investigasi. Bahkan, pemberi informasi akan tetap kami lindungi jati dirinya,” imbuhnya.

KPK Turun ke Simalungun
Gubernur LIRA lebih jauh mengakui, terkait dugaan korupsi yang sudah dilaporkan DPD LIRA Kabupaten Simalungun ke KPK pada 9 Mei 2008 lalu, pihaknya kini tengah menunggu proses. Namun, dari informasi yang dihimpun LIRA, KPK akan turun dalam waktu dekat ini ke Pemkab Simalungun untuk menindaklanjuti laporan dari LIRA tersebut. “Yang pasti, dalam waktu dekat ini, bahkan mungkin Minggu ini, KPK akan turun ke Simalungun,” tegas Sitompul ketika didesak wartawan terkait tindak lanjut laporan LIRA tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya Bupati LIRA Simalungun Mariani didampingi Bagian investigasi Alwi, meminta KPK mengusut tuntas dugaan penyimpangan Rp25.750.000.000 Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan Tahun Anggaran (TA) 2007 di Pemkab Simalungun. Sebab Rp18.025.000.000 dana yang belum dicairkan hingga TA 2007 berlalu tidak diketahui keberadaannya.

Pemkab Simalungun pada TA 2007 memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan sebesar Rp25,75 miliar (10 persen di antaranya dana pendamping dari APBD Simalungun) untuk merehabilitasi 103 unit gedung SD dan masing-masing sekolah seharusnya menerima Rp250 juta, dengan perincian Rp128 juta untuk pekerjaan fisik, Rp22 juta untuk meubiler dan Rp100 juta untuk pengadaan alat-alat peraga dan buku-buku. Dan pelaksanaan kegiatan harus selesai paling lambat Desember 2007.

Namun menurut data yang dihimpun LIRA, hingga TA 2007 berlalu, dana yang dicairkan ke setiap sekolah hanya Rp 75 juta dari seharusnya Rp250 juta, atau keseluruhan dana yang dicairkan baru Rp7,725 M (versi aliran kas No. 03586/Dana Bidang Pendidikan yang dibuat Kabag Keuangan Pemkab Simalungun per 4 Juni 2008, yang dicairkan 6 November 2007 adalah Rp6.948.900.000).

Akibatnya, 103 unit sekolah yang mestinya mendapat perbaikan malah jadi terkatung-katung (terbengkalai) karena sudah sempat dibongkar sehingga sangat mengganggu proses belajar-mengajar. LIRA berasumsi pencairan dana pada bulan November dari yang seharusnya bulan Agustus, agar tenggang waktu penyelesaian kegiatan 95 hari tercapai, merupakan penyebab terjadinya penyimpangan dana DAK ini.

DAK Bidang Pendidikan untuk Kabupaten Simalungun TA 2008 malah bertambah menjadi 162 paket (162 unit sekolah dari 2007 yang hanya 103 unit), artinya indikasi korupsi sebelumnya dianggap tidak ada dan tidak masalah. DAK Rp18 miliar yang belum digunakan dan seharusnya dikembalikan ke Pusat itu tidak dimasukkan ke APBD 2008, meskipun ada izin prinsip dari DPRD Kabupaten Simalungun untuk pencairan dana dimaksud dengan cara mendahului PAPBD 2008, sehingga diduga telah digunakan keluar masuk untuk kepentingan pribadi oknum pejabat teras di Pemkab Simalungun.

Bukti terjadinya penyalahgunaan dana itu untuk dikorupsi, dapat dilihat pada rekening koran Giro Pemkab Simalungun periode 1 Januari sampai dengan 26 Mei 2008, tertera Saldo Awal Bulan Dana DAK tersebut sudah kosong.

Tentang Rion Aritonang

Aku ingin berbagi informasi agar dapat dimanfaatkan orang lain. Dengan begitu, pasti banyak rekan dan teman yang bersedia berkomunikasi dengan aku. Akhirnya tercipta hubungan yang menguntungkan kedua belah pihak. Saat ini aku di Medan, belakangan ini, 'hingar bingar' persiapan Pemilu 2009 'memaksa' aku untuk menyenangi untuk menonton politik dan tentunya menyebarkannya ke rekan dan teman yang lain. Mudah-mudahan bisa dijadikan pendidikan politik 'ala kadar', tapi tetap mempertahankan etika politik demi kondusifnya Sumut yang yang tercinta.
Pos ini dipublikasikan di berita hukum dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Seluruh Sumut Korupsi DAK Bidang Pendidikan

  1. Xaverius berkata:

    kau bapak si ode kan , rodrik …
    aku kawannya …

  2. sibtamanpurba berkata:

    ayo simalungun busung aja yang korupsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s