BI Lirik Usaha Ikan Asin di Belawan

Rencana BI Bentuk Klaster Ikan Asin di Belawan

Medan, Batak Pos

Dalam merealisasikan potensi dalam pengembangan klaster Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara (Sumut). Bank Indonesia (BI) Medan melirik perkampungan industri pengolahan ikan asin di Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan Kota Medan untuk dikembangkan lebih maju dengan sistem klaster.

Usaha pengolahan ikan asin dari bahan baku hingga hasil produksi siap untuk dipasarkan, nantinya dengan sistem klaster diharapkan lebih memberikan kontribusi kepada pelaku usaha dengan semakin membuka pemasaran, kata Peneliti Muda Senior Kantor Bank Indonesia Medan Suti Masniari Nasution didampingi Konsultan Pengembangan Sektor Riil & UMKM, Tengku Abdullah Sani kepada Batak Pos, Selasa (11/11) di Medan.

Dijelaskannya, sistem klaster bila dilakukan sesuai dengan konsep pengembangan dipercaya dapat membantu masyarakat dalam memperkuat perekonomian lokal dan diikuti dengan membuka lapangan kerja, penanggulangan kemiskinan, pemanfaatan sumber daya ekonomi lebih efisien, mendorong inovasi teknologi dan membuka jaringan antara UMKM dengan perbankan.

Masniari menjelaskan, dengan pengembangan UMKM dalam bentuk klaster akan memperkecil resiko timbulnya kredit bermasalah karena diantara anggota akan saling membantu dalam memenuhi kewajiban karena sebelumnya telah terjadi saling membantu untuk memahami fungsi dan tanggungjawab anggota atau pengurus klaster.

BI Medan melirik kawasan pesisir di Belawan untuk membentuk klaster pengolahan ikan asin, setelah berhasil mengembangkan dan membentuk klaster opak di Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). “BI memilih pengembangan UMKM jenis opak dikarenakan berdasarkan data dari Dinas Perkebunan, Kabupten Sergai merupakan penghasil ubi kayu yang cukup tinggi mencapai 22,15 ton perhektar pertahun. Sementara luas panen sampai dengan posisi Oktober 2008 mencapai 9.075 hektar,” jelas Masniari.

Ditmabhaknnya, kebutuhan konsumsi ubi kayu pertahunnya yang mencapai lebih kurang 10,9 kilogram perkapita atau setara dengan 5.380 ton maka masih ada surplus bahan baku sekitar 195.531 ton. Surplus komoditas ubi kayu tersebut dapat lebih dimanfaatkan dengan membentuk klaster dan memaksimalkan produksi 138 pengrajin opak yang semula 9 ton perhari meningkat sebesar 340 persen atau mencapai 40 ton perhari.

Proses dan langkah dalam membentuk klaster untuk pengolahan ikan asin di Kota Medan hampir sama dengan klaster opak di Sergai. Komitmen-komitmen stakeholder terkait dan pelaku usaha dari hulu hingga hilir harus jelas agar dapat ditentukan rencana kegiatan lanjutan dengan melakukan pendampingan serta pembinaan berkelanjutan pada masyarakat sebagai SDM.

Seorang pelaku usaha pengolahan ikan asin, Febi Andri (37) ketika ditemui Batak Pos di Belawan menyambut baik adanya rencana Bank Indonesia untuk membentuk sistem klaster. Menurut Febi, pelaku usaha bila diberikan pengertian yang jelas dan tidak membinggungkan akan sangat senang menjadi binaan. “Kami akan sangat senang dapat dibina dan diajarkan menejemen yang baik, agar kami dapat mengembangkan usaha kami yang sudah ada tapi sulit berkembang ini,” kata Febi.

Diharapkannya dengan adanya campur tangan pihak konsultan pengembangan UMKM, para pelaku usaha tidak lagi dijadikan sapi perahan para tengkulak penampung hasil produksi ikan asin dan menjadi korban rentenir bila membutuhkan pertambahan modal ketika bahan baku melimpah. (Rion Aritonang_Harian Batak Pos)pengolahan-ikan-asin-di-belawan

Tentang Rion Aritonang

Aku ingin berbagi informasi agar dapat dimanfaatkan orang lain. Dengan begitu, pasti banyak rekan dan teman yang bersedia berkomunikasi dengan aku. Akhirnya tercipta hubungan yang menguntungkan kedua belah pihak. Saat ini aku di Medan, belakangan ini, 'hingar bingar' persiapan Pemilu 2009 'memaksa' aku untuk menyenangi untuk menonton politik dan tentunya menyebarkannya ke rekan dan teman yang lain. Mudah-mudahan bisa dijadikan pendidikan politik 'ala kadar', tapi tetap mempertahankan etika politik demi kondusifnya Sumut yang yang tercinta.
Pos ini dipublikasikan di Perbankan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s