5 Tokoh Ini Dinilai Gunakan BLSM untuk Pencitraan

Lembaga peneliti Prapancha Research mengungkapkan Bantuan Langsung Sosial Masyarakat (BLSM) yang didistribusikan kepada masyarakat miskin sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi diduga kuat lebih bermuatan politis. Momentum pembagian BLSM menjadi “kuda tunggang” baru untuk menggiring para pemilih pada Pemilihan Umum 2014.

Direktur Eksekutif Prapancha Research, Geger Riyanto, mengatakan riset mereka terhadap isu BLSM di media sosial Twitter menunjukan adanya lima tokoh yang ikut memanfaatkan BLSM sebagai “kuda tunggangan.” Mereka menaikkan popularitas mereka pada Pemilu 2014. Kelima tokoh itu adalah Dahlan Iskan, Tifatul Sembiring, Hatta Rajasa, Gita Wirjawan, dan Suswono.

“BLSM akhirnya hanya menguntungkan pemerintah dan dijadikan panggung aksi pencitraan para aktor politik,” kata Geger di Media Center Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis.

Geger mengatakan terdapat pergeseran isu kenaikan BBM setelah pengumuman, yaitu, pemberitaan banyak diisi dengan aksi panggung pencitraan oleh para aktor politik terkait BLSM. Selama BLSM disalurkan, terdapat 402.753 pembicaraan tentang penyaluran BBM dan BLSM. Dalam perbincangan di media sosial Twitter, Dahlan Iskan menempati posisi tertinggi, yaitu sebanyak 22.112. Sedangkan Tifatul 2.838, Hatta sebanyak 9.716, Gita sejumlah 6.865, dan Suswono sebanyak 5.316.

Dari sejumlah pembicaraan tersebut, Dahlan dan Tifatul paling berpengaruh saat membicarakan tentang BLSM, yakni masing-masing mempengaruhi 10 persen terhadap pembicaraan secara keseluruhan. Hatta sebagai menteri kepercayaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hanya berpengaruh 5 persen terhadap publik Twitter. Sedangkan kicauan Gita yang digadang-gadang menjadi calon presiden asal Partai Demokrat sama nasibnya dengan Suswono. “Mereka ternyata tak terlalu mendapat perhatian publik saat membicarakan isu itu,” kata Geger.

Pengamat komunikasi politik UI, Devie Rahmawati, mengatakan masyarakat Twitter ini sudah menjadi negara dalam negara. “Kicauan Twitter lebih berpengaruh dari aksi demonstrasi,” katanya. Karena itu, banyak orang yang hendak maju pada 2014 nanti mengambil kesempatan. “Semua pihak saling mengambil keuntungan.”

Menurut Devie, penyaluran BLSM ini merupakan publikasi gratis yang dibayar oleh negara. “Ini artinya penyuapan dalam tanda kutip,” katanya. Seharusnya, kata Devie, negara memiliki agenda rutin dalam penyaluran bantuan oleh negara, bukan agenda tentatif yang bersifat kepemimpinan satu orang. “Supaya tak dipolitisasi.”

ILHAM TIRTA
http://www.tempo.co/read/news/2013/06/28/078491832/5-Tokoh-Ini-Dinilai-Gunakan-BLSM-untuk-Pencitraan

Tentang Rion Aritonang

Aku ingin berbagi informasi agar dapat dimanfaatkan orang lain. Dengan begitu, pasti banyak rekan dan teman yang bersedia berkomunikasi dengan aku. Akhirnya tercipta hubungan yang menguntungkan kedua belah pihak. Saat ini aku di Medan, belakangan ini, 'hingar bingar' persiapan Pemilu 2009 'memaksa' aku untuk menyenangi untuk menonton politik dan tentunya menyebarkannya ke rekan dan teman yang lain. Mudah-mudahan bisa dijadikan pendidikan politik 'ala kadar', tapi tetap mempertahankan etika politik demi kondusifnya Sumut yang yang tercinta.
Pos ini dipublikasikan di Jurnalistik dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s